Kudekap kau pagi itu Karena kita tak akan lagi miliki hari ini Akan kukenang selalu bau basah semalam Tanah asam pada setiap dedaunan yang melapuk Dan pada semua yang kutinggalkan Kudekap kau pagi itu Baru saja rasanya terbunuh di depanmu Pada setiap yang larut di permukaan Tahukah ia bagaimana rindu mendekap tubuh seorang lelaki Dan bagaimana pula rindu menghujani setiap sepi Terang dan pergi Beranjak dari tempat-tempatku berdiri Satu ucapan perpisahan Adakah perjumpaan pada hujan berikutnya Atau itukah selamat tinggal Sumbawa, 26 Juni 2025