Angin menyapa wajahku. Aku berdiri menyaksikan kegiatan manusia— dari yang hanya menikmati sejuk hari ini, hingga yang menatap jauh, pada kekasih yang tak kunjung dimilikinya. Bendera menari perlahan di suasana mendung nan tenang. Hanya terdengar suara bersahutan di ruang yang seharusnya tenang. —A.F
No comments at this point, please be the first to comment on this post.